Jumat, 20 Juni 2008

Perpisahan

Beribu-ribu tahun perpisahan
Telah kita dengar
Beriringan dalam hidup
Berpacu dengan waktu

Kita tidak menyadari
Kenapa harus terjadi
Sementara rasa rindu bergelombang
Mengikuti rasa hati

Bila selaksa angin ikut bicara
Membentuk butiran makna
Diiringi hujan air mata
Tidak sangguplah kita meneruskan kata perpisahan

Karena perpisahan itu tandus keringnya ingatan
Sebagaimana kepribadian kita ini
Bercadar dan berkerudung
Dalam bingkai misteri kehidupan

Sabtu, 24 November 2007

Dzikir

Segala rasa segala cipta
Meresap dan menyatu dalam kalbu
Membentuk makna dzikir
Dzikir adalah hembusan nafas berirama

Ibarat mengatur kehidupan lebih tertib
Semua yang ada dilangit dan bumi
Pasti tak lepas dari hakikat dzikir
Air terjunpun berdzikir dengan jatuhnya air,
menderas mengagungkan sang pencipta

Hujanpun tak lepas dari kata dzikir
Mengajak angin,bintang dan bulan
Untuk mensucikan sang pencipta alam
Dzikir adalah huruf perbuatan dalam kehidupan

Dzikir adalah segala huruf berdaya upaya
Sebagai bekal senjata mengarungi samudra kehidupan
Bersemayam dalam jiwa
Membekas dan mengalir dalam jiwa
Mengukir menjelma menjadi kepribadian

Rabu, 21 November 2007

Secercah Harapan

Selintas pikir yang melaju
Mendongak mengajak menatap langit
Menerawang menembus awan
Rasa hati ingin memungut bintang

Secercah harapan menggunung
Lama sudah menanti jawaban waktu
Biarlah segalanya berubah
Tidak seperti kemarin

Mungkin esok lebih cerah
Ada harapan seterang mentari pagi
Datang menyinari kegelapan
Menyongsong masa depan gilang gemilang