Jumat, 01 Agustus 2008
Takdir Hidup
Hidup didunia ini penuh liku-liku dan masalah.Keadaan itu mendorong manusia untuk berpikir jernih dalam mengatasinya.memang manusia yang sejati harus punya cita-cita setinggi langit.Dalam bahasa filosof syairnya Muhammad Iqbal berkata, manusia harus berpartisipasi secara intensif dalam gerak alam semesta,namun harus dalam ridha Allah. segala sesuatu potensi untuk berpartisipasi secara intensif adalah takdir hidup yang mengitari membentuk tujuan akhirnya sebagai penyesuain diri terhadap alam.Dan manusia dalam gerak alam harus menumpahkan segala energinya untuk berkembang mencapai harapan.Proses perubahan itu bisa terjadi dengan cepat bila seseorang atau kaum mau mengubah nasibnya sendiri sebelum Tuhan mau mengabulkan.Pernyataan itu sesuai dengan ayat Al-qur'qn dalam terrjemahannya:"Sesungguhnya allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada suatu golongan,sehingga mereka sendiri menubah apa yang ada pada diri mereka sendiri''(Q.S.Ar-Ra'ddu(13):11 Apa yang menjadi cita-cita dan harapan manusia harus yang ada kaitannya membawa kemungkinan bisa terjadi.Bila apa yang dikerjakan manusia itu disertai do'a dan dzikir mengalami kegagalan maka manusiaharus berserah diri.Karena itu semua sudah menjadi takdir hidup yang dialami setiap orang.Setiap kehidupan manusia yang dialami pasti memiliki kesengsaraan yang berbeda.Takdir hidup yang diimpikan manusia kadang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.Penderitaan didunia ini jenisnya banyak sekali seperti mencari nafkah,berumah tangga,mengharapkan cinta,harta,kedudukan dan lain-lain. Garis hidup manusia memang sudah dirancang oleh Tuhan.Untuk bisa mengubah takdir hidup yang dijalani langkah selanjutnya yaitu: a.kita harus berjuang semaksimal mungkin dan berdzikir serta berdo'a meminta harapan yang baik dan positif b.harus luas pandangan dalam berpikir dengan cara memiliki kekayaan hati,kekayaan ilmu. c.tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan hidup d.harus ptofesional sebagai kunci sukses dalam mencintai dan menikmati apa yang dikerjakan e.melupakan kegaalan menyedihkan pada masa lalu. f.memiliki pedoman hidup yang kuat serta memiliki landasan ilmu hidup yang memadai. Semoga saja roda perputaran hidup ini mampu diikuti manusia dari berbagai lapisan umat dengan rasa bahagia.indah dan nyaman.
Minggu, 27 Juli 2008
Suratan takdir

Bumi ini tempat berpijak
Penuh penghuni
Makin terasa memanas
Tanpa batas waktu
Ada cerita hidup
Dalam bingkai bunga-bunga indah berseri
Datang silih berganti
Berubah warna
Ada derita
Ada cinta
Ada harapan
Ada putus asa
Dulupun mengenyam keindahan
Namun berbalik rasa kecewa
Langit dan bumi telah jadi saksi
Ditengah kehidupan bergejolak
Inilah suratan takdir
Yang telah dijalani
Dan harus dialami setiap insan
Sekalipun kegetiran datang menghampiri
Sabtu, 26 Juli 2008
Peradaban Ulama Klasik

Tamasya Pemikiran dari Buku ke Buku 01: Ilmu, Budaya Ilmu dan Peradaban Buku
Ilmu, pencarian ilmu, penyebaran ilmu memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam. Begitu banyak ayat dan hadist dapat dikutip untuk menerangkan hal ini. Pakar Ilmu Al Quran mengatakan pengulangan-pengulangan konsep-konsep kunci tertentu dalam Al Quran merupakan satu indikasi terhadap penekanannya atau makna penting konsep tersebut, konsep ‘ilm merupakan salah satu konsep yang banyak sekali disebutkan. Salah satu hadist yang bisa dikutipkan sebagai ilustrasi mengenai pentingnya ilmu adalah salah satu sabda Rasulullah yang menyatakan keunggulan seorang berilmu dibandingkan dengan orang yang beribadah seperti terangnya bulan purnama dan bintang-bintang. Buku-buku klasik Islam semacam kitab-kitab hadist seperti Sahih Bukhari atau Sahih Muslim atau kitab klasik Ihya Ulumuddin karangan Al Ghazali memulai kitab mereka dengan bab atau kitab mengenai ilmu. Peran penting ilmu diungkapkan secara ringkas oleh Imam Bukhari, Ilmu mendahului amal. Kata-kata bijak Al Ghazali bisa dikutip untuk mengilustrasikan pentingnya ilmu dalam kehidupan, “Orang-orang yang selalu belajar akan sangat dihormati dan semua kekuatan yang tidak dilandasi pengetahuan akan runtuh.” Seorang ulama kontemporer, Yusuf Qaradawi, ketika membahas seri pembahasannya mengenai kehidupan ruhaniah seorang muslim memulainya dengan pembahasan mengenai urgensi menegakkan kehidupan ruhaniah/ nuansa robbaniyah di atas landasan ilmiah. Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa ilmu merupakan pembuka jalan bagi kehidupan spiritual yang terbimbing, ilmu merupakan petunjuk iman, penuntun amal; ilmu juga yang membimbing keyakinan dan cinta. Dalam risalahnya mengenai prioritas masa depan gerakan Islam, beliau menempatkan prioritas sisi intelektual dan pengetahuan melalui pengembangan fiqh baru sebagai prioritas awal.
Peradaban islam klasik menjadikan ilmu menjiwai semua segi peradabannya Kecintaan terhadap pengetahuan, pemeliharaan terhadap pengetahuan dan penghargaan terhadap mereka yang berpengetahuan menjiwai peradaban muslim. Konsep ilmu, pengetahuan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam tubuh peradaban dan mengairi segi-segi peradaban Islam. Peradaban Islam, sebagaimana terwujudkan dalam sejarah klasiknya, dapat diidentikkan dengan kejayaan pengetahuan sebagaiman seorang orientalis, Franz Rosenthal, memberi judul bukunya mengenai deskripsi dan peran pengetahuan dalam peradaban Islam sebagai, ‘The Knowledge Triumphant: The concept of Knowledge in Medievel Islam’. Pada tulisan yang lain dia mengungkapkan, “Sebuah peradaban muslim tanpa pengetahuan tidaklah terbayangkan oleh generasi muslim pertengahan.” Bahkan dalam konsep pengetahuan Islam pencarian ilmu, pengetahuan memiliki nilai kewajiban bagi individu maupun kolektif, fardu ‘ain dan fardu kifayah. Konsep pengetahuan dalam islam juga berhubungan dengan konsep ibadah, dimana pencarian dan penyebaran ilmu merupakan salah satu aspek ibadah. Seorang futurulog Muslim, Zianudin Sardar, bahkan mengatakan sebenarnya peradaban muslim klasik yang tinggi itu secara keseluruhan ruhnya adalah pengetahuan : dengan mencarinya, menguasainya, membangun institusi untuk menyebarluaskannya, menuliskannya, membacanya, menyusunnya serta menumbuhsuburkannya.
Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pencapain-pencapaian peradaban Islam dahulu amat sangat terkait dengan adanya budaya ilmu di dalamnya, sebagaimana diungkapkan oleh Wan Moh. Nor Wan Daud. Budaya Ilmu merupakan prasyarat bagi kejayaan, kekuatan sebuah peradaban. Dari perspektif sejarah Wan Daud mengungkapkan bahwa sebuah bangsa yang kuat tetapi tidak ditunjang oleh oleh budaya ilmu yang baik, akan mengadopsi ciri dan kekhasan bangsa yang ditaklukkannya tetapi memiliki budaya ilmu yang baik. Bangsa Jerman (yang masih biadab) terpaksa mengadopsi budaya Romawi yang ditaklukkannya, bangsa Tartar yang mengobrak-abrik peradaban Islam di Baghdad dahulu kala justru malah terislamisasikan. Selanjutnya beliau menyebutkan budaya ilmu ini bisa dicirikan dengan terwujudnya masyarakat yang melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan, ilmu merupakan keutamaan tertinggi dalam sistem nilai pribadi dan masyarakat, penghormatan terhadap ilmu dan orang berilmu, pemberian kemudahan, bantuan dalam penyebaran ilmu pengetahuan, sebagaimana juga ciri yang mencela sifat jahil, bebal dan anti-ilmu. Munculnya penemuan-penemuan saintifik atau kemajuan teknologi di dunia Islam pada masa silam tidaklah terbayangkan tanpa adanya budaya ilmu yang menggerakkannya, karena pencapaian-pencapaian itu adalah manifestasi dari budaya ilmu tersebut. Syed Husein Alatas mengembangkan konsep "bebalisme" secara sosiologis terhadap kebiasaan, tradisi atau budaya anti-ilmu, anti-pembahasan, anti-penalaran dalam sebuah masyarakat.
Dalam abad modern ini dimana renaisans atau kebangkitan umat didengungkan pembinaan budaya ilmu merupakan keharusan. Sebagaiman diingatkan oleh Anwar Ibrahim bahwa proses membangkitkan umat sangat terkait dengan upaya pengembalian posisi sentral pengetahuan dan pendidikan dalam masyarakat dengan memperkuat api semangat belajar dan mendorongnya untuk tertarik pada ladzzah al ma’rifah, kenikmatan berjumpa dengan pikiran-pikiran besar, ketakjupan dalam menemukan gagasan-gagasan baru. Membangun keutamaan budaya sebuah masyarakat merupakan kerja pemberdayaan aksara (Literally empowerment) terhadap mereka. Anwar Ibrahim juga mengingatkan akan permasalahan yang masih dialami sebagian besar dari umat ini, “Kita bangga dengan Islam sebagai agama yang banyak berbicara mengenai ilmu. Kata pertama yang pertama diturunkan dalam Quran adalah iqra’. Tetapi kita melihat kini sebagian besar muslim tidak dapat membaca. Sebagian yang bisa membaca tetapi tidak memahami. Mereka yang bisa membaca dan memahami sebagian terjebak pada buta huruf budaya (culturally illiterate). Salah satu fenomena buta huruf budaya ini terlihat pada sikap filistinisme, perhatian terhadap soal-soal dan kebiasaan yang remeh.
Satu sisi yang juga bisa diberikan apresiasi dari budaya Ilmu dalam peradaban islam adalah penggunaan medium buku sebagai sarana penyebaran pengetahuan di dunia Islam. Lembaga penulisan buku –waraq--, perdagangan buku, perpustakaan – baik pribadi maupun lembaga kenegaraan-- , sangat berkembang di dunia Islam ketika itu. Sebagaimana juga munculnya lingkaran studi di mesjid-mesjid, diskusi ilmiah di istana-istana penguasa, atau munculnya lembaga-lembaga pengajaran dari tingkat dasar hingga univesitas (kulliyah). Sehingga tidak berlebihan jika Sardar menyebut juga kekhasan peradaban Islam dengan peradaban buku. Penyebaran buku melalui perdagangan juga sangat berkembang,. Di zaman klasik, setiap kota besar di dunia Islam memiliki bazaar buku masing-masing, suq al waraqa. Aktivitas para pedagang buku tidak semata-mata menjualbelikan buku, tetapi toko-toko mereka juga berperan sebagai tempat-tempat diskusi. Sebuah karya indeks mengenai buku-buku di dunia Islam di masa itu, Al Fihrist, sebuah karya yang terkenal dikalangan sejarawan dikarang oleh Ibn Nadim seorang pedagang buku. Kajian mengenai penyebaran buku di dunia Islam juga bisa kita lihat dari karya seorang orientalis Denmark, J Pedersen dalam bukunya Fajar Inteletualisme Islam, Buku dan Sejarah Penyebaran Informasi di dunia Arab (terjemahan Indonesia dari The Arabic Book).
Jumat, 20 Juni 2008
Perpisahan
Beribu-ribu tahun perpisahan
Telah kita dengar
Beriringan dalam hidup
Berpacu dengan waktu
Kita tidak menyadari
Kenapa harus terjadi
Sementara rasa rindu bergelombang
Mengikuti rasa hati
Bila selaksa angin ikut bicara
Membentuk butiran makna
Diiringi hujan air mata
Tidak sangguplah kita meneruskan kata perpisahan
Karena perpisahan itu tandus keringnya ingatan
Sebagaimana kepribadian kita ini
Bercadar dan berkerudung
Dalam bingkai misteri kehidupan
Telah kita dengar
Beriringan dalam hidup
Berpacu dengan waktu
Kita tidak menyadari
Kenapa harus terjadi
Sementara rasa rindu bergelombang
Mengikuti rasa hati
Bila selaksa angin ikut bicara
Membentuk butiran makna
Diiringi hujan air mata
Tidak sangguplah kita meneruskan kata perpisahan
Karena perpisahan itu tandus keringnya ingatan
Sebagaimana kepribadian kita ini
Bercadar dan berkerudung
Dalam bingkai misteri kehidupan

Sabtu, 24 November 2007
Dzikir
Segala rasa segala cipta
Meresap dan menyatu dalam kalbu
Membentuk makna dzikir
Dzikir adalah hembusan nafas berirama
Ibarat mengatur kehidupan lebih tertib
Semua yang ada dilangit dan bumi
Pasti tak lepas dari hakikat dzikir
Air terjunpun berdzikir dengan jatuhnya air,
menderas mengagungkan sang pencipta
Hujanpun tak lepas dari kata dzikir
Mengajak angin,bintang dan bulan
Untuk mensucikan sang pencipta alam
Dzikir adalah huruf perbuatan dalam kehidupan
Dzikir adalah segala huruf berdaya upaya
Sebagai bekal senjata mengarungi samudra kehidupan
Bersemayam dalam jiwa
Membekas dan mengalir dalam jiwa
Mengukir menjelma menjadi kepribadian
Meresap dan menyatu dalam kalbu
Membentuk makna dzikir
Dzikir adalah hembusan nafas berirama
Ibarat mengatur kehidupan lebih tertib
Semua yang ada dilangit dan bumi
Pasti tak lepas dari hakikat dzikir
Air terjunpun berdzikir dengan jatuhnya air,
menderas mengagungkan sang pencipta
Hujanpun tak lepas dari kata dzikir
Mengajak angin,bintang dan bulan
Untuk mensucikan sang pencipta alam
Dzikir adalah huruf perbuatan dalam kehidupan
Dzikir adalah segala huruf berdaya upaya
Sebagai bekal senjata mengarungi samudra kehidupan
Bersemayam dalam jiwa
Membekas dan mengalir dalam jiwa
Mengukir menjelma menjadi kepribadian
Rabu, 21 November 2007
Secercah Harapan
Selintas pikir yang melaju
Mendongak mengajak menatap langit
Menerawang menembus awan
Rasa hati ingin memungut bintang
Secercah harapan menggunung
Lama sudah menanti jawaban waktu
Biarlah segalanya berubah
Tidak seperti kemarin
Mungkin esok lebih cerah
Ada harapan seterang mentari pagi
Datang menyinari kegelapan
Menyongsong masa depan gilang gemilang
Mendongak mengajak menatap langit
Menerawang menembus awan
Rasa hati ingin memungut bintang
Secercah harapan menggunung
Lama sudah menanti jawaban waktu
Biarlah segalanya berubah
Tidak seperti kemarin
Mungkin esok lebih cerah
Ada harapan seterang mentari pagi
Datang menyinari kegelapan
Menyongsong masa depan gilang gemilang
Langganan:
Postingan (Atom)